i am already with ciumbuleuit :)

nadia putri laksmi. indonesia. 19 years old. logistic fisip unpar. international relations.parahyangan catholic university.


MENARIK sekali untuk didengar. joko wi membawa perubahan zaman agar dpt diikuti oleh masyarakat solo, modern tapi bersahabat dengan budaya lokal, “sisi maskulin” pada satpol pp diubah menjadi “feminim”, mendengarkan aspirasi rakyat untuk menjawab permasalahan kota dan tidak bergerak sendiri tapi bergerak sesuai aspirasi rakyat, ga banyak omong tapi berani untuk bertindak (di luar pola). sederhana.

Text

Subhanallah
Hmm speechless
Dengan berbagai pertimbangan dan perasaan bahwa otak akan pecah dan meledak (oke lebay). Dengan berbagai keraguan dan perasaan bahwa yg lain pasti ada yg lebih siap dan lebih cocok.
Ternyata masih diberi kepercayaan untuk kembali menjadi kepala suatu rumah yang serupa.
Terima kasih karena kepercayaan semuanya.

Text

Sekarang dalam kondisi antara ikut2an cuek atau jadi males ketika ga dicuekin. Mood jadi mudah berubah. Seneng ketika sekalinya kontak tapi begitu kontak terhambat sedikit, jadi males untuk ngebahas banyak hal dan ilang mood.

Ini realita sih. This relationship is not too-sweet or fake like what I found in teenlit or ftv. Tapi konsekuensinya ya itu tuh tadi. Terbawa arus atau menjauhi arus. Let’s see.

"Beri ketenangan, kebahagiaan, dan kesehatan untuk papa dan mama selalu ya Allah. Amin.."

-

wildanciw:

natiqoh:

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”. Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”

wildanciw:

natiqoh:

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”. 

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”

“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.

Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.”

Source: facebook.com

auliafarizqa:

Indeed.

auliafarizqa:

Indeed.

Source: swag-ilious

"Percaya akan diri sendiri dan berjuang atas kesanggupan kita sendiri."

- Mohammad Hatta

"

Tetapi mestikah kita bangsa Indonesia, yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita, hanya harus memilih antara pro Rusia atau pro Amerika? Apakah tidak ada pendirian yang lain harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita?

Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi objek dalam pertarungan politik internasional, melainkan kita harus tetap menjadi subjek yang berhak menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan kita sendiri, yaitu Indonesia Merdeka seluruhnya.

"

- Moh. Hatta, pidato di depan BP KNIP, 2 September 1948

From Indonesia to Philippines :)

Text

Liat foto2 logistik jadi kangen! :’))

Logistik itu tempat dimana aq bisa kerja sekeras mungkin dan sebebas mungkin tanpa ada kata2 kayak gini yang keluar : “iih udah. Kamu kan cewe. Jangan ngangkat2. Sini aja sama cowo.” :)). Bahkan aq sendiri selalu senang waktu edo (korlog 09) selalu bilang “alaah cewe mana? Cewe ikut kerja jugalah.” Dengan gaya slengean dan santainya selalu bilang gitu bahkan sebelum kerja dimulai :D.

Logistik itu tempat dimana bisa ngerasain cape yang sama, rasa puas yang sama, dan bisa meluk semua orang. There is no “I” in teamwork. #flashback ke #bakdes2011 Waktu kerja ya cape sama2. Ada yang di basecamp nyiapin kayu2 bakar buat api unggun. Ada yang di wilayah ngawasin dan jg ikut kerja bareng anak2 maba + warga betulin sarana prasarana desa. Waktu bakdes memang saat2 yang bikin cape banget. Banget! :)

Tapi waktu kerjaan itu beres, ngumpul bareng2 walau cuma tidur2an desek2an di pleton dan cuma beberapa menit itu rasanya luar biasa loh. Waktu semua berharap api unggun nyala, dan ternyata nyala, kita ngerasain rasa puas, seneng, dan alhamdulillah sekali :). Acara menyambut maba berubah jadi acara api unggun logistik haha. Kita merayakan nyalanya api unggun asep yang keren sekaliiii haaaa.. Refleks semua orang berpelukan. Ga peduli cowo atau cewe yang pasti semua logistik dipeluk! Ga peduli satu atau lima orang dalam satu pelukan itu. Jabatan tangan sambil terus ngedenger kata2 yang pada baru jadi swaslog :P “terus di logistik yaa”. Hari itu menjadi hari paling banyak meluk orang :).

Buat aq pribadi, dengan masuk divisi logistik, memacu aq sendiri untuk berusaha kerja keras semaksimal mungkin. Mungkin ada saat2 sebenernya cape banget dan ga kuat, tapi ada sugesti ke diri sendiri untuk lanjut dan kamu pasti bisa,nad!


26jan12. 2.30
nadia